Pernah nggak sih kamu lagi asik scrolling terus tiba-tiba merasa minder? Liat teman seangkatan udah S2, ada yang baru beli mobil, atau posting foto liburan ke luar negeri. Rasanya kayak kita jalan di tempat sementara orang lain udah lari maraton. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini emang nyata banget dampaknya buat kesehatan mental kita. Kita jadi sering membandingkan behind the scene hidup kita yang berantakan sama highlight reel orang lain yang kelihatan sempurna. Padahal, apa yang tampil di layar itu cuma sebagian kecil dari realita yang ada.

Langkah pertama buat ngatasin rasa insecure ini adalah dengan belajar merasa cukup atau qanaah. Islam ngajarin kita kalau kunci kebahagiaan itu bukan pada seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa besar rasa syukur kita terhadap hal-hal kecil. Kalau kita cuma fokus sama apa yang nggak ada, kita bakal merasa haus terus. Tapi kalau kita fokus sama nikmat yang udah Allah kasih, hati bakal terasa jauh lebih lapang dan tenang. Allah berjanji dalam Al-Quran:

Dalam Artikel

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Artinya: Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.

Selain itu, jangan lupa buat kasih jeda buat diri sendiri. Gadget dan sosmed itu cuma alat, jangan sampai mereka yang nyetir emosi dan kebahagiaan kita. Kalau udah mulai merasa cemas atau sesak liat pencapaian orang lain, itu tandanya kamu butuh spiritual healing. Coba deh taruh HP sebentar, ambil wudhu, terus dzikir tipis-tipis. Ingat, ketenangan itu nggak datang dari validasi netizen atau jumlah likes, tapi dari koneksi kita sama Sang Pencipta. Allah kasih resep paling ampuh buat hati yang gelisah:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Terakhir, ingat kalau setiap orang punya timeline-nya masing-masing. Kamu nggak perlu buru-buru pengen sama kayak orang lain karena Allah udah desain skenario terbaik buat kamu. Jangan paksa dirimu buat memikul beban ekspektasi orang lain yang di luar batas kemampuanmu hanya demi gengsi sosial. Tetap usaha maksimal, tapi jangan lupa buat tawakal dan sadar kalau kita punya batasan sebagai manusia.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا