Arus modernitas yang ditandai dengan sekularisasi, materialisme ekstrem, dan disrupsi digital telah membawa manusia pada puncak pencapaian sains sekaligus jurang kekosongan spiritual. Dalam lanskap kehidupan modern yang serba cepat ini, manusia sering kali kehilangan orientasi eksistensialnya. Di sinilah signifikansi tauhid, sebagai poros teologis Islam, hadir bukan sekadar sebagai dogma teoretis, melainkan sebagai metodologi