Solidaritas dunia Islam kembali menunjukkan taringnya di panggung internasional melalui penguatan diplomasi kemanusiaan yang dimotori oleh Indonesia bersama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Di tengah krisis kemanusiaan yang kian memprihatinkan di Palestina dan Sudan, negara-negara Muslim bergerak serentak mengirimkan bantuan logistik, medis, dan tim penyelamat. Langkah konkret ini bukan sekadar urusan geopolitik, melainkan manifestasi nyata dari perintah agama untuk saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan demi meringankan beban sesama mukmin.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan berbagai lembaga kemanusiaan lainnya terus mengirimkan berton-ton bantuan ke wilayah konflik. Melalui jalur udara dan darat yang penuh tantangan, bantuan dari masyarakat Indonesia berhasil menembus perbatasan Rafah serta Port Sudan. Upaya ini mendapat apresiasi luas dari Sekretariat Jenderal OKI di Jeddah, yang menegaskan bahwa Indonesia senantiasa menjadi motor penggerak kepedulian umat di kawasan Asia Tenggara.
[Kabar Berita Indonesia]
Komitmen Indonesia dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ini didasari oleh keyakinan mendalam bahwa seluruh umat Islam adalah satu tubuh yang saling merasakan penderitaan satu sama lain, tanpa memandang sekat geografis.
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
[Terjemahan & Relevansi Indonesia]
Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakan tidak bisa tidur dan demam (Hadits Riwayat Muslim). Relevansi dari hadis ini sangat nyata dalam diplomasi Indonesia, di mana penderitaan saudara-saudara di Gaza dan Sudan dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia, sehingga memicu gerakan kemanusiaan yang masif dan berkelanjutan di tingkat negara maupun akar rumput.
[Kabar Berita Indonesia]
Di tingkat diplomasi global, menteri luar negeri negara-negara Muslim terus menyuarakan pentingnya perdamaian dan keadilan sosial, merujuk pada prinsip Al-Quran untuk menegakkan keadilan bagi seluruh umat manusia tanpa memandang bulu.

