Dunia Islam saat ini tengah menunjukkan taringnya dalam panggung diplomasi internasional, bukan melalui kekuatan militer semata, melainkan melalui jalur diplomasi kemanusiaan yang terstruktur dan masif. Di tengah krisis kemanusiaan yang terus menyelimuti wilayah Gaza dan beberapa titik konflik di negara Muslim lainnya, negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), termasuk Indonesia, Arab Saudi, Qatar, dan Turki, terus memperkuat sinergi untuk memastikan bantuan logistik serta medis dapat menembus blokade. Upaya ini bukan sekadar kewajiban politik, melainkan perwujudan dari nilai-nilai luhur ajaran Islam yang mengedepankan keselamatan jiwa manusia di atas segalanya.
Langkah nyata yang diambil oleh pemerintah Indonesia melalui pengiriman bantuan kemanusiaan secara bertahap menggunakan pesawat angkut militer maupun jalur laut menjadi bukti komitmen yang tidak pernah surut. Diplomasi ini tidak hanya berhenti pada pengiriman barang, tetapi juga mencakup lobi-lobi tingkat tinggi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendesak gencatan senjata permanen. Dalam perspektif dakwah, gerakan ini merupakan implementasi dari perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, guna meringankan beban saudara seiman yang sedang tertindas.
[Kabar Berita Indonesia]
وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
[Terjemahan & Relevansi Indonesia: Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. Ayat ini menjadi landasan teologis bagi negara-negara Muslim untuk bersatu padu dalam misi kemanusiaan, memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan adalah bagian dari ibadah dan ketaatan kepada Sang Pencipta.]
Keterlibatan aktif lembaga-lembaga zakat dan kemanusiaan dari seluruh penjuru dunia Islam juga memberikan dampak signifikan. Penyaluran dana umat yang dikelola secara profesional telah berhasil membangun rumah sakit lapangan, menyediakan air bersih, dan mendistribusikan bahan makanan pokok di wilayah-wilayah yang terisolasi. Fenomena ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi umat jika dikelola dengan semangat ukhuwah dapat menjadi solusi bagi krisis kemanusiaan yang paling pelik sekalipun. Diplomasi kemanusiaan ini pun menjadi sarana dakwah bil hal yang menunjukkan wajah Islam sebagai agama yang penuh rahmat bagi semesta alam.
[Kabar Berita Indonesia]
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
[Terjemahan & Relevansi Indonesia: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan merasa demam. Hadis ini menegaskan bahwa penderitaan umat Islam di Palestina atau belahan dunia lain adalah penderitaan seluruh umat, sehingga aksi diplomasi dan bantuan adalah respons alami dari keimanan.]

