Hai Teman-teman Muslim Muda! Siapa di sini yang kalau bangun tidur, hal pertama yang dicari adalah HP? Terus langsung scrolling media sosial, lihat postingan teman yang lagi liburan ke luar negeri, keterima kerja di perusahaan impian, atau pamer hubungan yang estetik banget. Tiba-tiba, dada rasanya sesak, cemas, dan ada perasaan tertinggal yang biasa kita sebut FOMO alias Fear of Missing Out. Rasanya capek banget ya harus terus-terusan kelihatan sempurna di depan layar. Fenomena social media fatigue ini nyata banget dan sering bikin kesehatan mental kita drop. Tapi tenang, Islam punya cara yang keren banget buat bantu kita healing dari tekanan ini.

Poin pertama yang harus kita pahami adalah mengubah rasa insecure menjadi rasa syukur. Kita sering fokus sama apa yang dimiliki orang lain sampai lupa sama nikmat yang ada di depan mata kita sendiri. Saat kita mulai membandingkan hidup kita dengan feed estetik orang lain, itu tandanya kita butuh jeda dan kembali mengingat janji Allah. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

Dalam Artikel

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.

Dengan bersyukur, kita lagi nge-recharge energi positif dalam diri. Jadi, alih-alih merasa kurang, kita justru merasa cukup dan bahagia dengan apa yang kita miliki sekarang. Ini adalah self-healing terbaik yang bikin hati langsung adem.

Poin kedua adalah menjaga kesehatan mental dengan doa penenang hati. Saat kecemasan melanda karena tekanan sosial atau ekspektasi yang terlalu tinggi, jangan lari ke hal-hal yang bikin kita makin tersesat. Ambil wudhu, lalu curhat langsung ke Pemilik Semesta. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita sebuah doa yang sangat indah untuk menenangkan jiwa yang sedang gelisah dan cemas. Bacalah doa ini saat kamu merasa overwhelmed:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa keluh kesah dan kesedihan.

Doa ini adalah booster mental yang luar biasa. Saat kita menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada Allah, beban di pundak rasanya langsung terangkat. Kita sadar bahwa kita tidak berjalan sendirian di dunia yang bising ini.