Pernah nggak sih kalian ngerasa kayak lari di tempat pas liat story temen yang isinya pencapaian semua? Entah itu pamer kerjaan baru di perusahaan startup ternama, liburan estetik ke luar negeri, atau tiba-tiba posting undangan nikah dengan konsep dream wedding. Fenomena FOMO atau Fear Of Missing Out ini emang nyata banget dampaknya buat mental health kita sebagai generasi muda. Rasanya kayak dikejar deadline hidup yang nggak ada habisnya, padahal tiap orang punya garis start dan finish yang beda-beda. Insecure itu manusiawi, tapi kalau dibiarin terus bisa bikin kita lupa cara bahagia.

Poin pertama yang harus kita tanamkan di mindset adalah percaya bahwa Allah sudah mengatur porsi ujian dan rezeki setiap hamba-Nya dengan sangat presisi. Kamu nggak perlu merasa gagal hanya karena belum mencapai apa yang orang lain capai di umur yang sama. Ingat ya, Allah itu paling tahu kapasitas kita dan Dia nggak bakal kasih beban yang melampaui batas kekuatan hamba-Nya. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Baqarah: لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا yang artinya Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Jadi, kalau sekarang kamu merasa lagi diuji dengan rasa cemas akan masa depan, itu tandanya kamu punya kekuatan buat ngelewatinnya. Pelan-pelan aja, nggak usah balapan sama timeline hidup orang lain yang cuma kelihatan indahnya di layar smartphone.

Dalam Artikel

Poin kedua adalah soal seni bersyukur di tengah gempuran tren pop culture yang selalu nuntut kita buat punya segalanya. Salah satu cara paling ampuh buat self-healing dari rasa insecure adalah dengan melatih hati buat melihat apa yang sudah ada di tangan, bukan apa yang masih ada di angan. Pas kita sibuk ngitung nikmat orang lain, kita sering lupa kalau di diri kita sendiri sudah banyak banget keajaiban yang Allah kasih secara cuma-cuma. Janji Allah itu pasti dan nggak pernah ingkar: لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ yang artinya Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Syukur itu bukan cuma soal bilang alhamdulillah di lisan, tapi soal merasa cukup dan tenang karena yakin Allah selalu memberikan yang terbaik di waktu yang paling tepat.

Terakhir, buat kamu yang lagi merasa di titik terendah atau ngerasa jalan hidup lagi buntu banget, jangan pernah kehilangan harapan. Setiap kesulitan yang kamu hadapi sekarang adalah proses upgrade diri supaya kamu lebih kuat di masa depan. Islam mengajarkan kita buat selalu optimis karena setelah badai pasti ada pelangi. Percayalah pada janji-Nya: فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا yang artinya Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Fokus aja sama progres kecil kamu setiap hari, perbaiki hubungan sama Sang Pencipta, dan biarkan sisanya menjadi skenario indah yang bakal bikin kamu sujud syukur nantinya.

Tips Self-Healing Islami untuk Gen Z:

1. Digital Detox: Coba batasi screen time kamu, terutama di jam-jam rawan galau seperti sebelum tidur.

2. Curhat Jalur Langit: Jadikan shalat tahajjud atau dhuha sebagai momen buat tumpahin semua keluh kesah kamu tanpa takut di-judge.

3. Gratitude Journaling: Tulis minimal 3 hal kecil yang kamu syukuri setiap hari di aplikasi notes HP atau buku jurnal kamu.

4. Afirmasi Positif: Sering-sering bilang ke diri sendiri bahwa rezeki kamu nggak akan tertukar dan masa depanmu sudah dijamin oleh Allah.