Pernah nggak sih pas lagi asik scrolling di malam hari, tiba-tiba perasaan insecure muncul? Lihat teman satu angkatan sudah posting foto liburan di Jepang, yang lain pamer pencapaian kerja di perusahaan startup ternama, atau ada yang baru saja posting foto lamaran dengan dekorasi estetik. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini nyata banget bikin kesehatan mental kita keganggu. Kita jadi sering membandingkan proses kita yang masih di balik layar dengan hasil akhir orang lain yang sudah dipoles filter. Padahal, setiap orang punya timeline masing-masing yang sudah diatur dengan sangat presisi oleh Sang Pencipta.
Biar hati nggak gampang goyah dan mental tetap terjaga, kita butuh tameng doa yang kuat. Saat rasa cemas mulai muncul karena merasa hidup kita jalan di tempat, cobalah untuk ambil napas dalam-dalam dan baca doa ini sebagai bentuk self-healing pertama:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah.
Doa ini adalah booster biar kita nggak tenggelam dalam overthinking yang nggak perlu. Fokuslah pada apa yang kamu miliki sekarang, bukan pada apa yang orang lain pamerkan. Ingat, apa yang terlihat di feed media sosial itu cuma satu persen dari realita hidup mereka yang sebenarnya. Kita nggak pernah tahu perjuangan, air mata, atau kegagalan yang mereka lalui di balik foto-foto estetik tersebut.
Self-healing terbaik bagi generasi Muslim masa kini itu bukan cuma soal staycation atau belanja barang branded, tapi soal mengembalikan semua rasa takut dan rasa kurang kita ke Allah. Kalau kamu merasa tertinggal dalam karier, pendidikan, atau urusan hati, ingatlah satu kalimat sakti yang bisa bikin hati langsung adem:
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Artinya: Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.
Kalimat ini bukan sekadar kutipan untuk caption, tapi sebuah jaminan kalau Allah nggak pernah meninggalkan hamba-Nya yang sedang berjuang. Tips praktis buat kamu: coba lakukan digital detox minimal dua jam sebelum tidur. Gunakan waktu itu buat journaling atau ngobrol jujur sama Allah lewat salat malam. Dengan begitu, kamu akan menemukan rasa Qona'ah atau merasa cukup. Rasa tenang itu datangnya dari rasa syukur, bukan dari banyaknya validasi berupa likes atau komentar di media sosial.

