Secara epistemologis, doa dalam Islam bukan sekadar instrumen utilitarian untuk memenuhi kebutuhan profan manusia, melainkan sebuah manifestasi ketundukan eksistensial yang paling murni. Ia adalah jembatan metafisika yang menghubungkan kefanaan hamba (al-hadits) dengan keabadian Sang Pencipta (al-qadim). Dalam diskursus
Formulasi Teologis dan Eksistensial Adab Berdoa: Membedah Dimensi Waktu-Waktu Mustajab dalam Perspektif Tafsir dan Hadits
Redaksi
15-07-2026 • 16 : 04 WIB
•
3197 Views
Ilustrasi: Formulasi Teologis dan Eksistensial Adab Berdoa: Membedah Dimensi Waktu-Waktu Mustajab dalam Perspektif Tafsir dan Hadits
