Dalam khazanah keilmuan Islam, terdapat satu hadits yang menempati posisi sangat sentral, bahkan disebut oleh para ulama sebagai Ummus Sunnah atau Induk dari segala Sunnah. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya dari jalur Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu anhu. Hadits ini tidak sekadar memuat rukun-rukun agama secara formalistik, melainkan menyajikan struktur bangunan agama yang utuh, mulai dari dimensi lahiriah (Islam), dimensi batiniah (Iman), hingga dimensi puncak kesempurnaan ruhani (Ihsan). Penjelasan berikut akan membedah setiap fase dialog antara Malaikat Jibril dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan pendekatan syarah yang mendalam.
TEKS ARAB BLOK 1
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ: صَدَقْتَ.
Terjemahan & Tafsir Mendalam Blok 1:
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, ia berkata: Suatu hari ketika kami duduk di dekat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Tidak terlihat padanya bekas perjalanan jauh, namun tidak ada satu pun di antara kami yang mengenalnya. Ia duduk di hadapan Nabi, menyandarkan lututnya ke lutut Nabi, dan meletakkan telapak tangannya di atas paha Nabi seraya berkata: Wahai Muhammad, kabarkan kepadaku tentang Islam. Rasulullah menjawab: Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika engkau mampu. Orang itu berkata: Engkau benar.
Syarah: Paragraf ini menggambarkan metode talim (pengajaran) yang sangat luhur. Kedatangan Jibril dalam rupa manusia yang bersih melambangkan bahwa ilmu agama harus didekati dengan kesucian lahir dan batin. Definisi Islam yang diberikan Nabi merujuk pada amalan-amalan lahiriah (al-a'mal az-zhahirah). Pengakuan tauhid melalui syahadatain adalah pintu gerbang, sementara shalat, zakat, puasa, dan haji adalah pilar-pilar yang menyangga struktur ketaatan fisik seorang hamba kepada Khaliq-nya.
TEKS ARAB BLOK 2
قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِيْمَانِ، قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ: صَدَقْتَ.
Terjemahan & Tafsir Mendalam Blok 2:

