Belakangan ini, kata healing udah jadi menu wajib di obrolan kita sehari-hari. Mulai dari scroll TikTok sampai tengah malam, dengerin podcast galau, sampai bela-belain nabung buat liburan demi kabur sejenak dari kenyataan. Tapi jujur deh, sering nggak sih setelah liburan selesai, rasa capek dan hampa itu balik lagi? Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, kita sering banget kena jebakan FOMO dan standar hidup orang lain yang kelihatan sempurna di feed Instagram. Padahal, kesehatan mental kita butuh sesuatu yang lebih dari sekadar pemandangan bagus atau kopi mahal yang estetik.

Poin pertama yang perlu kita pahami adalah bahwa ketenangan sejati itu nggak datang dari luar, tapi dari koneksi kita sama Sang Pencipta. Saat pikiran lagi semrawut dan overthinking mulai menyerang karena tekanan karier atau ekspektasi sosial, coba deh ambil waktu sejenak buat bener-bener hadir di hadapan Allah. Bukan cuma sekadar gugur kewajiban salat, tapi jadikan zikir sebagai pelarian terbaikmu dari bisingnya dunia. Karena sejatinya, Allah sudah kasih tahu resep paling ampuh buat hati yang lagi berantakan:

Dalam Artikel

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Percaya deh, pas kita mulai naruh Allah di pusat segala urusan, pelan-pelan rasa cemas itu bakal diganti sama ketenangan yang sulit dijelasin pakai kata-kata. Ini adalah bentuk self-healing yang paling dasar tapi sering kita lupain.

Selain itu, jangan pernah merasa sendirian pas lagi berjuang sama kesehatan mental. Wajar banget kalau kita merasa sedih atau tertekan sama beban hidup yang makin berat. Tapi, Islam nggak pernah nyuruh kita buat memendam semuanya sendirian sampai meledak. Rasulullah SAW sendiri adalah sosok yang sangat empati dan sering mengajarkan kita buat terus berharap pada pertolongan-Nya. Kalau kamu lagi merasa berat banget buat sekadar bangun dari tempat tidur karena duka atau rasa cemas, coba baca doa ini sebagai bentuk penguat mental:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih yang mendalam dan duka cita, dan aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan kemalasan.

Doa ini adalah bentuk self-care spiritual kita. Dengan mengakui kelemahan kita di hadapan Allah, kita justru lagi narik kekuatan yang luar biasa buat bangkit lagi. Tips praktisnya, coba rutin lakuin digital detox minimal 2 jam sebelum tidur dan ganti dengan membaca satu atau dua halaman Al-Quran. Rasakan bedanya gimana vibrasi kata-kata Allah bisa menenangkan sistem saraf kamu yang lagi tegang.