Halo, Teman Hijrah! Pernah nggak sih ngerasa kalau hidup ini kayak kompetisi lari yang nggak ada garis finish-nya? Scroll TikTok isinya pamer pencapaian di usia 20-an, buka LinkedIn isinya update kerjaan baru yang mentereng. Akhirnya kita kena mental, burnout, dan ngerasa ketinggalan banget dibanding orang lain. Fenomena hustle culture ini emang lagi menjamur banget di kalangan Gen Z dan Millennial, tapi kalau nggak dikelola dengan bener, bisa-bisa kesehatan mental kita yang jadi taruhannya. Kita sering lupa kalau sukses itu bukan cuma soal angka di rekening, tapi soal ketenangan di hati.
Poin 1: Validasi itu penting, tapi jangan sampai bikin kita lupa kalau setiap orang punya timeline masing-masing yang sudah diatur sama Sang Pencipta. Di tengah rasa sesak karena beban hidup atau ekspektasi yang tinggi dari lingkungan, Allah kasih kita jaminan yang sangat menenangkan lewat firman-Nya: فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا yang artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Ayat ini adalah pengingat kalau rasa capek yang kamu rasain sekarang itu sifatnya sementara. Ada paket kemudahan yang sudah disiapin Allah buat kamu setelah fase sulit ini selesai. Jadi, nggak perlu buru-buru pengen sukses kayak orang lain sampai lupa napas, ya. Fokus aja sama langkah kecilmu hari ini.
Poin 2: Kadang kita terlalu keras sama diri sendiri sampai lupa kalau ada Yang Maha Mengatur segalanya. Self-healing terbaik itu bukan cuma sekadar staycation mahal atau belanja barang branded yang ujung-ujungnya bikin dompet kering, tapi menyerahkan segala rasa cemas kita ke Allah melalui konsep tawakkal. Coba deh rutinin baca doa ini pas kamu lagi ngerasa overthinking berat atau takut sama masa depan yang belum pasti: حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ yang artinya: Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung. Dengan mengakui kalau kita butuh Allah, beban di pundak rasanya bakal jauh lebih ringan karena kita tahu ada Tuhan semesta alam yang memback-up hidup kita 24/7.
Tips Self-Healing Islami buat kamu:
1. Digital Detox dan Deep Talk sama Allah: Matikan notifikasi HP selama 30 menit sebelum tidur, lalu curhat semua masalahmu lewat sujud terakhir di shalat Witir atau Tahajjud. Percaya deh, curhat ke Allah itu nggak akan pernah di-judge.
2. Grounding dengan Dzikir: Saat cemas mulai menyerang atau serangan panik datang, tarik napas dalam-dalam dan ucapkan Subhanallah atau Alhamdulillah perlahan sampai detak jantung kembali tenang.
3. Syukuri Small Wins: Jangan cuma nunggu pencapaian besar. Bisa bangun pagi dan shalat Subuh tepat waktu itu sudah sebuah kemenangan besar yang patut disyukuri.
Kesimpulan: Menjadi produktif itu bagus, tapi menjaga kewarasan mental adalah bagian dari ibadah. Jangan biarkan standar dunia yang serba cepat bikin kamu kehilangan jati diri sebagai hamba Allah yang tenang. Ingat, kamu nggak harus selalu jadi yang tercepat atau yang paling hebat di mata manusia, yang penting kamu terus berproses di jalan yang Allah ridhai. Stay sane and stay faithful, Teman Hijrah!

