Belakangan ini, istilah Main Character Energy lagi viral banget di TikTok atau Twitter. Semua orang pengen jadi pemeran utama dalam hidupnya, punya karier cemerlang di usia muda, dan gaya hidup yang estetik abis. Tapi jujur deh, kadang mengejar standar sukses ala pop culture itu bikin kita capek sendiri. Kita sering terjebak dalam hustle culture yang bikin burnout, sampai lupa kalau setiap orang punya timeline-nya masing-masing yang sudah diatur sama Yang Maha Kuasa.
Poin pertama yang perlu kita tanamkan adalah berhenti membandingkan panggung orang lain dengan balik layar kita. Saat kamu merasa tekanan hidup sudah terlalu berat dan ekspektasi orang-orang mulai mencekik, ingatlah kalau Allah nggak akan kasih ujian yang melampaui limit kemampuan kamu. Di tengah rasa insecure itu, coba resapi kalimat ini:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Jadi, kalau sekarang kamu merasa lagi di titik terendah, itu tandanya kamu sebenarnya punya kekuatan besar untuk melewatinya. Kamu itu kuat, cuma mungkin lagi butuh jeda sebentar. Jangan paksa dirimu untuk selalu terlihat sempurna di depan kamera atau di mata manusia lainnya.
Poin kedua, kesehatan mental kita itu sangat bergantung pada apa yang kita konsumsi, bukan cuma makanan tapi juga apa yang masuk ke pikiran. Scrolling tanpa henti cuma bakal bikin hati makin gelisah. Healing yang paling efektif sebenarnya bukan cuma liburan ke Bali atau staycation mahal, tapi kembali ngobrol sama Pencipta lewat zikir atau sekadar curhat di atas sajadah. Karena sejatinya ketenangan itu gratis dan sangat dekat:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Coba deh mulai rutinitas pagi dengan tidak langsung buka HP. Ganti dengan dhuha atau baca satu halaman Al-Quran. Rasakan bedanya, pikiran kamu bakal lebih jernih dan nggak gampang kesulut emosi pas lihat drama di media sosial.

