Peradaban modern dengan segala eksponen kemajuannya telah membawa manusia pada puncak pencapaian material dan teknologi yang luar biasa. Namun, di balik kegemilangan sains dan digitalisasi, terdapat sebuah krisis eksistensial yang sangat akut, yaitu pengikisan dimensi spiritualitas dan desakralisasi kehidupan. Manusia modern cenderung terjebak dalam paradigma antroposentris,