Pergeseran lanskap sosial-keagamaan di era digital telah mengubah cara kita memahami dan mengonsumsi ajaran agama. Bagi Generasi Z, mimbar-mimbar masjid tidak lagi menjadi satu-satunya sumber rujukan spiritual utama. Ruang ibadah mereka kini berpindah ke layar gawai, di mana fatwa keagamaan, nasihat moral, dan perdebatan teologis dis