Di era ketika jempol lebih cepat bergerak daripada logika, ruang publik kita kerap kali berubah menjadi medan pertempuran ego. Perbedaan pendapat, yang sejatinya merupakan sunnatullah dan dinamika berpikir manusia, kini sering kali diposisikan sebagai ancaman yang harus dimusnahkan. Kita menyaksikan bagaimana polarisasi sosial kian meruncing, bukan karena substansi masalah yang tidak bisa dipecahkan, melainkan karena hilangnya adab dalam menyampaikan dan menerima gagasan.
Mengurai Benang Kusut Perbedaan: Menemukan Kembali Adab Berpendapat di Era Digital
Redaksi
16-06-2026 • 22 : 33 WIB
•
4269 Views
Ilustrasi: Mengurai Benang Kusut Perbedaan: Menemukan Kembali Adab Berpendapat di Era Digital
