Kehidupan modern dengan segala bentuk disrupsi teknologi, globalisasi, dan dominasi pemikiran sekuler-materialistik telah membawa tantangan baru yang belum pernah dihadapi oleh generasi Muslim sebelumnya. Modernitas tidak hanya menawarkan kemudahan fasilitas hidup, tetapi juga membawa serta virus syubhat dan syahwat yang secara perlahan dapat mengikis fondasi keimanan seorang hamba. Tauhid, sebagai poros utama ajaran Islam, bukan sekadar konsep teologis teoretis yang dibahas di ruang-ruang kelas, melainkan sebuah orientasi hidup yang dinamis dan transformatif. Di tengah badai sekularisme yang mencoba memisahkan agama dari ruang publik dan kehidupan praktis, menjaga kemurnian tauhid menjadi sebuah keniscayaan yang mutlak demi menyelamatkan eksistensi spiritualitas manusia. Artikel ini
Purifikasi Aqidah di Era Disrupsi: Rekonstruksi Nilai Tauhid Terhadap Hegemoni Modernisme Sekuler
Redaksi
16-06-2026 • 05 : 45 WIB
•
6397 Views
Ilustrasi: Purifikasi Aqidah di Era Disrupsi: Rekonstruksi Nilai Tauhid Terhadap Hegemoni Modernisme Sekuler
