Pernah nggak sih kamu lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba dada ngerasa sesak? Di sebelah kanan ada teman yang baru keterima kerja di perusahaan multinasional, di sebelah kiri ada yang baru aja upload foto estetik lamaran, dan di bawahnya ada yang lagi liburan ke Jepang. Seketika langsung muncul perasaan insecure, cemas, dan berujung pada overthinking tentang masa depan sendiri. Fenomena ini akrab banget kita sebut sebagai FOMO atau Fear of Missing Out. Di era digital ini, menjaga kesehatan mental emang jadi tantangan tersendiri buat kita, para Gen Z dan Millennial. Tapi tenang, Islam sebenarnya punya resep paling ampuh buat mengatasi badai emosi ini tanpa kita harus kehilangan arah.
Poin pertama yang perlu kita pahami adalah konsep qanaah atau merasa cukup, yang erat kaitannya dengan rasa syukur. Saat kita melihat pencapaian orang lain, otak kita sering kali langsung membandingkannya dengan kekurangan diri sendiri. Padahal, porsi rezeki setiap orang sudah diatur dengan sangat presisi oleh Allah SWT. Ketika rasa insecure itu mulai menyerang, coba jeda sejenak, tarik napas dalam-dalam, dan ingat janji Allah dalam Al-Quran:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya: Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu.
Dengan bersyukur, kita sedang melakukan healing terbaik untuk jiwa kita. Bersyukur bukan berarti pasrah tanpa usaha, tapi melatih fokus kita untuk melihat apa yang sudah kita miliki, bukan apa yang belum kita capai. Ini adalah bentuk self-love yang paling hakiki karena kita menghargai setiap proses yang sedang kita lalui tanpa perlu membandingkannya dengan timeline hidup orang lain.
Poin kedua adalah mengalihkan kecemasan menjadi doa. Sering kali saat kesehatan mental kita terganggu, kita reflek curhat colongan di Twitter atau bikin konten sedih di TikTok. Padahal, curhat ke manusia atau media sosial sering kali cuma memberikan kepuasan sementara, bahkan kadang malah bikin masalah baru. Islam mengajarkan kita untuk menumpahkan segala rasa cemas, sedih, dan takut langsung kepada Sang Pencipta lewat doa. Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang sangat indah untuk menenangkan hati yang sedang gelisah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih.
Doa ini adalah terapi mental terbaik. Ketika kita membacanya dengan penuh penghayatan, kita sedang menyerahkan segala beban pikiran yang tidak bisa kita kontrol kepada Allah yang Maha Mengendalikan segalanya. Ini adalah langkah praktis untuk melepaskan stres. Batasi waktu screen time kamu, ambil wudhu, lalu tumpahkan air mata di atas sajadah. Rasakan sensasi ketenangan yang mengalir setelah kamu melepaskan semua beban itu kepada-Nya.

