Di era disrupsi digital saat ini, ruang publik kita kerap kali berubah menjadi arena pertempuran kata-kata yang bising. Media sosial yang sejatinya diciptakan untuk mendekatkan yang jauh, justru sering kali menjauhkan yang dekat akibat ketidakmampuan kita dalam mengelola perbedaan pendapat. Polarisasi opini, baik dalam ranah politik, sosial, bahkan pemahaman keagamaan, telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Perbedaan tidak lagi dipandang sebagai kek