Di dalam diskursus teologi Islam, mengenal Allah Swt atau Ma'rifatullah merupakan pilar utama yang melandasi seluruh bangunan syariat dan akhlak. Para ulama mutakallimin, khususnya dari kalangan Asy'ariyah dan Maturidiyah, telah merumuskan sistematika pemahaman akidah melalui pengenalan sifat-sifat wajib bagi Allah Swt. Sifat wajib di sini bermakna sifat yang secara akal tidak mungkin tidak ada pada zat Allah Swt. Memahami sifat-sifat ini bukan sekadar hafalan dogmatis, melainkan sebuah pencapaian intelektual dan spiritual untuk membedakan antara Al-Khaliq yang bersifat mutlak dengan Al-Makhluq yang bersifat nisbi. Kajian ini akan membedah secara komprehensif klasifikasi sifat-sifat tersebut yang terbagi menjadi Sifat Nafsiyah, Salbiyah, Ma'ani, dan Ma'nawiyah.

Sifat pertama yang menjadi fondasi adalah sifat Nafsiyah, yakni Wujud. Keberadaan Allah Swt adalah keniscayaan absolut yang tidak didahului oleh ketiadaan. Secara epistemologis, wujud Allah adalah Wujud Hakiki yang menjadi sumber bagi segala eksistensi di alam semesta ini.

Dalam Artikel

فَأَمَّا الصِّفَاتُ الْوَاجِبَةُ لَهُ تَعَالَى عِشْرُونَ صِفَةً وَهِيَ الْوُجُودُ وَالْقِدَمُ وَالْبَقَاءُ وَمُخَالَفَتُهُ تَعَالَى لِلْحَوَادِثِ وَقِيَامُهُ تَعَالَى بِنَفْسِهِ وَالْوَحْدَانِيَّةُ فِي الذَّاتِ وَالصِّفَاتِ وَالْأَفْعَالِ فَهَذِهِ سِتُّ صِفَاتٍ أُولَاهَا نَفْسِيَّةٌ وَهِيَ الْوُجُودُ وَالْخَمْسَةُ بَعْدَهَا سَلْبِيَّةٌ

Terjemahan dan Syarah: Adapun sifat-sifat yang wajib bagi Allah Ta'ala itu berjumlah dua puluh sifat. Di antaranya adalah Al-Wujud (Ada), Al-Qidam (Dahulu), Al-Baqa (Kekal), Mukhalafatuhu lil Hawaditsi (Berbeda dengan makhluk), Qiyamuhu bi Nafsihi (Berdiri sendiri), dan Al-Wahdaniyah (Esa) pada zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Enam sifat ini terdiri dari satu sifat Nafsiyah yaitu Al-Wujud, dan lima sifat setelahnya disebut sifat Salbiyah. Sifat Salbiyah berfungsi untuk meniadakan segala sifat kekurangan yang tidak layak bagi keagungan Allah Swt. Misalnya, Al-Qidam meniadakan sifat keterdahuluan oleh ketiadaan, dan Al-Baqa meniadakan kemungkinan berakhirnya eksistensi Allah.

Setelah memahami sifat-sifat yang menyucikan Allah dari kekurangan, kita beralih pada Sifat Ma'ani. Sifat Ma'ani adalah sifat-sifat eksistensial yang berdiri pada zat Allah yang memberikan pengaruh pada ciptaan-Nya. Sifat ini mencakup kekuasaan, kehendak, ilmu, dan kehidupan yang menjadi motor penggerak seluruh mekanisme alam semesta.

ثُمَّ سَبْعُ صِفَاتٍ تُسَمَّى صِفَاتِ الْمَعَانِي وَهِيَ الْقُدْرَةُ وَالْإِرَادَةُ الْمُتَعَلِّقَتَانِ بِجَمِيعِ الْمُمْكِنَاتِ وَالْعِلْمُ الْمُتَعَلِّقُ بِجَمِيعِ الْوَاجِبَاتِ وَالْمُسْتَحِيلَاتِ وَالْمُمْكِنَاتِ وَالْحَيَاةُ وَهِيَ لَا تَتَعَلَّقُ بِشَيْءٍ وَالسَّمْعُ وَالْبَصَرُ الْمُتَعَلِّقَانِ بِجَمِيعِ الْمَوْجُودَاتِ وَالْكَلَامُ الَّذِي لَيْسَ بِحَرْفٍ وَلَا صَوْتٍ

Terjemahan dan Syarah: Kemudian terdapat tujuh sifat yang dinamakan Sifat Ma'ani, yaitu Al-Qudrah (Kuasa) dan Al-Iradah (Kehendak) yang keduanya berkaitan dengan segala hal yang mungkin terjadi (mumkinat). Al-Ilmu (Ilmu) yang berkaitan dengan segala yang wajib, mustahil, dan mungkin. Al-Hayah (Hidup) yang tidak berkaitan dengan apapun namun menjadi syarat bagi sifat lainnya. Serta As-Sam'u (Mendengar) dan Al-Bashar (Melihat) yang berkaitan dengan segala yang ada (maujudat), dan Al-Kalam (Berfirman) yang bukan berupa huruf maupun suara. Penjelasan ini menekankan bahwa kekuasaan Allah tidak terbatas, kehendak-Nya mutlak, dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu baik yang tampak maupun yang tersembunyi dalam relung hati manusia.

Puncak dari pemahaman sifat-sifat ini adalah internalisasi sifat Ma'nawiyah, yang merupakan konsekuensi logis dari adanya sifat Ma'ani. Jika Allah memiliki sifat Al-Ilmu, maka secara otomatis Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui (Aliman). Hal ini menegaskan bahwa sifat-sifat tersebut bukanlah entitas yang terpisah, melainkan menyatu dalam kemuliaan Zat-Nya yang suci.

ثُمَّ سَبْعُ صِفَاتٍ تُسَمَّى صِفَاتٍ مَعْنَوِيَّةً وَهِيَ مُلَازِمَةٌ لِلسَّبْعِ الْأُولَى وَهِيَ كَوْنُهُ تَعَالَى قَادِرًا وَمُرِيدًا وَعَالِمًا وَحَيًّا وَسَمِيعًا وَبَصِيرًا وَمُتَكَلِّمًا فَهَذِهِ عِشْرُونَ صِفَةً وَاجِبَةً لِمَوْلَانَا جَلَّ وَعَزَّ يَجِبُ عَلَى كُلِّ مُكَلَّفٍ أَنْ يَعْرِفَهَا بِأَدِلَّتِهَا الْيَقِينِيَّةِ