Siapa sih di antara kita yang nggak pernah ngalamin FOMO alias Fear of Missing Out? Tiap kali buka media sosial, isinya kalau nggak teman yang baru keterima kerja di perusahaan bonafide, ya postingan teman yang lagi liburan ke luar negeri. Alhasil, jempol terus scrolling, tapi hati makin insecure dan pikiran jadi overthinking. Rasanya kayak kita jalan di tempat, sementara dunia bergerak cepat banget. Fenomena ini relate banget sama kehidupan Gen Z dan Millennial yang hampir 24 jam terkoneksi dengan dunia digital. Tapi, tahu nggak sih kalau Islam punya jawaban super tenang buat mengatasi badai mental health ini?
Poin 1: Mengubah FOMO jadi Qonaah (Cukup dan Bersyukur)
Media sosial sering kali bikin kita lupa sama apa yang sudah kita punya. Kita terlalu fokus sama rumput tetangga yang kelihatan lebih hijau, padahal itu cuma potongan estetis yang sengaja dipajang. Di sinilah kita butuh rem darurat bernama Qonaah, yaitu merasa cukup dengan pemberian Allah. Saat hati mulai gelisah dan membanding-bandingkan diri dengan pencapaian orang lain, coba deh baca doa ini biar hati kita dilembutkan dan selalu merasa cukup:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, keterjagaan diri, dan kecukupan.
Dengan mengamalkan doa ini, kita dilatih untuk nggak haus akan pengakuan duniawi yang fana. Self-healing terbaik itu bukan sekadar liburan mahal atau beli barang mewah, tapi ketika hati kita merasa tenang dan cukup dengan apa yang Allah takdirkan untuk kita saat ini.
Poin 2: Menghidupkan JOMO (Joy of Missing Out) Lewat Zikir
Alih-alih takut ketinggalan tren, kenapa kita nggak coba menikmati momen kesendirian kita untuk berdialog dengan Sang Pencipta? Di era pop culture yang serba cepat, mengambil jeda atau digital detox itu penting banget buat kesehatan mental. Saat kita memilih untuk ketinggalan gosip viral demi menjaga kedamaian pikiran, di situlah kita menemukan esensi JOMO yang islami. Tenangkan pikiran yang berisik itu dengan mengingat Allah, karena hanya dengan mengingat-Nya, semua kecemasan kita akan menguap. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

