Scrolling TikTok jam satu malam, lalu tiba-tiba kepikiran masa depan. Lihat teman sebaya sudah pada sukses, punya karier keren, atau nikah muda, sementara kita masih merasa begini-begini saja. Pernah mengalami fase ini? Tenang, kamu tidak sendirian. Fenomena overthinking dan FOMO ini memang jadi makanan sehari-hari buat Gen Z dan Millennial.

Di tengah gempuran ekspektasi sosial yang bikin capek, kita sering lupa kalau kesehatan mental itu sangat penting. Dalam Islam, menjaga pikiran dan hati agar tetap tenang itu bukan cuma saran, tapi sebuah kebutuhan. Nah, biar mental kamu nggak gampang burnout, coba deh terapkan beberapa langkah self healing Islami berikut ini.

Dalam Artikel

Langkah pertama adalah menerima bahwa setiap orang punya garis waktu yang berbeda. Kamu tidak perlu membandingkan chapter pertama hidupmu dengan chapter sepuluh orang lain. Kalau rasa cemas mulai datang karena merasa beban hidup makin berat, ingatlah firman Allah SWT ini:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Jadi, kalau hari ini rasanya berat banget, itu tandanya Allah tahu kamu mampu melewatinya. Kamu cuma perlu istirahat sejenak, bukan menyerah.

Langkah kedua, ubah kebiasaan doomscrolling menjadi momen recharging. Saat pikiran mulai penuh dan heboh sendiri, media sosial sering kali justru menambah minyak ke dalam api. Cobalah matikan HP sebentar, tarik napas dalam-dalam, wudu, lalu luangkan waktu untuk mendinginkan kepala. Allah SWT berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.