Pernah nggak sih kamu lagi asik scrolling TikTok atau Instagram jam 2 pagi, terus tiba-tiba merasa ketinggalan banget? Lihat teman seangkatan sudah posting foto nikah, ada yang baru promosi jabatan, atau lagi jalan-jalan ke luar negeri. Sementara kamu? Masih di kamar, berjuang sama tugas yang nggak kelar-kelar atau bingung mau dibawa ke mana arah hidup ini. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini sering banget jadi pemicu utama Quarter Life Crisis di kalangan kita, para Muslim Gen Z dan Millennial. Rasanya kayak kita lagi balapan di lintasan yang nggak ada garis finishnya, capek banget kan?
Wajar banget kalau kamu merasa lelah, tapi ingat ya, mental health kamu itu prioritas. Dalam Islam, kita diajarkan bahwa kapasitas setiap orang itu beda-beda dan Allah nggak akan kasih ujian yang melampaui batas kemampuan hamba-Nya. Jadi, kalau hari ini kamu merasa beban hidup lagi berat banget, itu tandanya kamu sebenarnya kuat untuk melewatinya.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah: 286)
Poin kedua yang perlu kita pahami adalah soal timeline. Di dunia pop culture yang serba instan, kita sering dipaksa untuk sukses di usia muda. Padahal, setiap bunga punya musim mekar yang berbeda. Jangan sampai standar kebahagiaan kamu ditentukan oleh angka likes atau validasi orang lain di circle kamu. Kalau kamu lagi merasa di titik terendah, coba deh untuk menepi sejenak dari hiruk-pikuk dunia digital. Healing yang paling deep itu bukan cuma staycation, tapi sujud yang lama di sepertiga malam. Percayalah, setelah badai pasti ada pelangi, dan setelah kesulitan pasti ada jalan keluar yang nggak disangka-sangka.
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah: 5)
Sebagai tips self-healing yang islami, mulailah dengan praktik gratitude journaling. Tuliskan tiga hal kecil yang kamu syukuri setiap hari. Selain itu, batasi screen time kamu kalau itu mulai bikin kamu merasa insecure. Fokuslah pada progres diri sendiri, bukan pada hasil orang lain. Kalau rasa cemas itu datang lagi, peluk diri sendiri dan bisikkan doa penenang hati agar Allah selalu menjaga kesehatan mental dan imanmu.
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

