Pernah nggak sih jam dua pagi kamu masih scroll TikTok atau Instagram, terus tiba-tiba merasa hidup kamu flat banget? Lihat teman seangkatan sudah posting foto wisuda di luar negeri, ada yang baru beli mobil hasil kerja keras sendiri, atau bahkan sudah pamer foto pre-wedding yang aesthetic parah. Fenomena FOMO alias Fear of Missing Out ini sering banget bikin kesehatan mental kita keganggu dan bikin kita merasa jadi produk gagal. Kita terjebak dalam budaya hustle culture yang seolah-olah mewajibkan kita sukses di usia muda tanpa celah sedikit pun. Padahal, standar sukses di mata manusia itu seringkali semu dan melelahkan kalau terus dikejar tanpa pegangan yang kuat.
Poin pertama yang perlu kita pahami adalah bahwa hidup itu bukan balapan lari, melainkan perjalanan spiritual yang unik bagi setiap orang. Saat kita merasa berat dan tertinggal, ingatlah kalau setiap kesulitan yang kita hadapi sekarang adalah satu paket dengan kemudahan yang akan datang. Allah sudah mengatur porsi rezeki dan waktu terbaik untuk setiap hamba-Nya. Jadi, nggak perlu merasa insecure berlebihan karena timeline kamu beda dengan mereka yang ada di layar handphone.
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah: 5)
Selanjutnya, daripada sibuk membandingkan diri dengan highlight reel orang lain yang belum tentu seindah aslinya, mending kita fokus minta ketenangan hati. Biar nggak gampang cemas dan tetap produktif di jalur kita sendiri, kita butuh kelapangan dada. Mental health yang sehat dimulai dari hati yang tenang dan penerimaan diri yang tulus. Kamu boleh berambisi, tapi jangan sampai ambisi itu membunuh rasa syukurmu. Doa ini bisa jadi booster buat kamu yang lagi merasa sesak karena tekanan sosial dan ekspektasi lingkungan yang tinggi.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
Artinya: Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku. (QS. Thaha: 25-26)
Sebagai penutup, ingatlah bahwa kamu itu valid, usahamu itu berharga, dan masa depanmu nggak akan tertukar dengan orang lain. Fokuslah pada prosesmu sendiri dan tetaplah berbuat baik meskipun belum ada yang melihat hasilnya. Allah lebih menghargai setiap tetes keringat dan air matamu dalam berjuang daripada sekadar angka likes di media sosial. Stay sane, stay grateful, and keep glowing with your own pace.
Tips Self-Healing Islami:

