Zaman sekarang, scrolling media sosial udah kayak sarapan wajib. Tapi masalahnya, seringkali habis scrolling kita malah ngerasa insecure atau kena penyakit FOMO alias Fear of Missing Out. Liat temen posting lagi liburan di luar negeri, atau temen sebaya udah pada beli rumah sendiri, sering banget bikin kita ngerasa dikejar waktu dan ngerasa gagal. Padahal, setiap orang punya timeline masing-masing yang udah diatur rapi sama Yang Maha Kuasa. Kita nggak perlu lari di lintasan orang lain cuma buat dapet pengakuan dunia.
Banyak dari kita yang burnout karena maksa diri buat terus-terusan kompetisi sama standar hidup orang lain yang kita liat di layar HP. Kita lupa kalau kapasitas setiap orang itu beda-beda dan Allah nggak pernah salah nakar ujian buat hamba-Nya. Allah nggak pernah nuntut kita buat jadi lebih hebat dari orang lain, tapi Allah pengen kita jadi versi terbaik dari diri kita sendiri tanpa harus ngerasa terbebani secara mental. Ingat pesan cinta dari Allah dalam Al-Baqarah ini:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Self-healing terbaik itu bukan cuma sekadar staycation atau belanja barang branded yang sebenernya cuma buat pelarian sesaat. Healing yang beneran itu adalah dengan cara qanaah alias merasa cukup. Pas kita ngerasa dunia lagi nggak adil, coba deh buat narik napas dalam-dalam dan bersyukur atas hal-hal kecil yang masih kita punya, kayak kesehatan atau keluarga yang masih utuh. Dengan bersyukur, hati jadi lebih tenang dan rezeki malah makin nambah dari arah yang nggak disangka-sangka. Sebagaimana janji Allah yang nggak mungkin meleset:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.
Jadi, tips praktis buat kamu yang lagi ngerasa cemas atau mentalnya lagi breakdown: Coba deh buat digital detox minimal 2 jam sebelum tidur, perbanyak dzikir ringan, dan mulai tulis tiga hal yang kamu syukuri setiap harinya. Biar hati makin mantap dan nggak gampang goyah sama tren dunia yang berubah-ubah terus, jangan lupa buat selalu baca doa ini biar hati kita tetap stabil:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

