Kajian teologis dan yuridis dalam Islam senantiasa bermuara pada kesucian motivasi internal yang melandasi setiap gerak fisik manusia. Al-Quran secara eksplisit menegaskan bahwa seluruh struktur peribadatan yang disyariatkan tidak akan memiliki nilai eksistensial di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala tanpa adanya pemurnian orientasi