Pernah nggak sih kalian lagi asik scrolling feed jam dua pagi, terus tiba-tiba ngerasa dada sesak karena liat temen seangkatan udah posting foto wisuda, dapet kerja di Big Four, atau liburan ke luar negeri? Fenomena FOMO alias Fear of Missing Out ini emang nyata banget efeknya ke mental health kita. Kita jadi terjebak dalam perlombaan yang nggak ada garis finish-nya, bikin jiwa lelah dan ngerasa nggak pernah cukup. Padahal, apa yang tampil di layar itu cuma 1 persen dari realita hidup mereka yang sebenarnya.

Poin pertama yang perlu kita tanamkan adalah belajar untuk merasa cukup atau qana'ah. Di dunia yang serba pamer ini, kuncinya bukan punya segalanya, tapi mensyukuri apa yang ada di tangan kita sekarang. Kalau kita sibuk ngitung nikmat orang lain, kita bakal lupa kalau piring kita sendiri sebenarnya udah penuh dengan berkah yang luar biasa. Allah SWT sudah memberikan jaminan dalam Al-Qur'an:

Dalam Artikel

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.

Poin kedua, jangan lupa buat cari validasi dari Tuhan, bukan dari jumlah likes atau komen netizen. Healing yang paling manjur itu bukan cuma sekadar staycation mahal atau beli kopi kekinian, tapi balik lagi ke sumber ketenangan yang asli. Saat dunia terasa berisik dan ekspektasi orang lain bikin kamu burnout, coba deh ambil wudhu dan curhat langsung sama Allah. Ingat banget kata-kata indah ini:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Terakhir, buat kamu yang ngerasa lagi di titik terendah dan ngerasa masalah hidup nggak kelar-kelar, jangan pernah merasa sendirian ya. Setiap perjuanganmu itu dilihat oleh-Nya. Kalau lagi ngerasa berat banget buat ngadepin hari esok, coba baca doa pendek ini biar hati lebih plong:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي