Pernah gak sih kamu lagi asyik rebahan malam-malam, terus pas buka Instagram atau TikTok, langsung kena mental? Di sana isinya teman-teman kuliah yang sudah kerja di SCBD, ada yang lagi liburan ke Jepang, atau malah ada yang pamer cincin lamaran. Seketika langsung muncul deh pikiran, Duh, umur segini kok aku gini-gini aja ya?
Fenomena FOMO alias Fear of Missing Out dan overthinking ini emang jadi musuh utama kesehatan mental Gen Z dan Millennial zaman sekarang. Kita sering banget ngebandingin proses hidup kita yang masih di balik layar dengan panggung utama orang lain yang penuh filter. Padahal, terus-menerus membandingkan diri cuma bakal bikin kita capek sendiri dan kehilangan rasa syukur.
Poin 1: Mengatasi Insecurity dengan Sadar Porsi Rezeki
Saat jempol kita sibuk scrolling dan hati mulai merasa cemas karena merasa tertinggal, cobalah untuk rehat sejenak. Tarik napas dalam-dalam. Islam mengajarkan kita bahwa setiap orang punya timeline hidupnya masing-masing yang sudah diatur dengan sangat presisi oleh Allah. Gak perlu iri dengan pencapaian orang lain, karena porsi rezeki kita gak akan pernah tertukar.
Biar hati kamu yang lagi overthinking bisa langsung adem dan tenang, yuk amalkan doa yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW ini saat merasa cemas:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
Mengatasi FOMO dan Overthinking ala Gen Z: Seni Menemukan Inner Peace Lewat Jalur Langit
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih.
Doa ini adalah self-healing terbaik. Saat kita menyerahkan segala rasa cemas ke Allah, kita sedang melakukan de-cluttering pikiran negatif yang menumpuk di kepala kita.
Poin 2: Mencari Validasi dari Langit, Bukan dari Netizen

