Disiplin ilmu kalam atau teologi Islam merupakan salah satu pilar terpenting dalam menjaga kemurnian akidah umat dari distorsi pemahaman yang menyimpang. Di antara manhaj teologis yang paling otoritatif dan diikuti oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia adalah manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah yang dirumuskan oleh Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi. Salah satu produk metodologis yang sangat sistematis dari madrasah ini adalah penyusunan sifat-sifat wajib bagi Allah Swt yang berjumlah dua puluh sifat. Formulasi ini bukanlah sebuah pembatasan terhadap kesempurnaan Allah yang tanpa batas, melainkan sebuah metode pedagogis (manhaj ta'limi) yang dirancang untuk memudahkan umat Islam dalam memahami apa yang wajib diyakini secara rasional (aqli) dan tekstual (naqli) mengenai keagungan Khalik, sekaligus membentengi mereka dari bahaya tasybih
Formulasi Teologis Sifat Wajib Dua Puluh: Kajian Epistemologis Akidah Asy'ariyah dan Landasan Dalil Naqli-Aqli
Redaksi
07-06-2026 • 16 : 16 WIB
•
22159 Views
Ilustrasi: Formulasi Teologis Sifat Wajib Dua Puluh: Kajian Epistemologis Akidah Asy'ariyah dan Landasan Dalil Naqli-Aqli
