Halo Sobat Muslim! Pernah nggak sih kalian merasa terjebak dalam siklus kerja, kuliah, atau organisasi yang nggak ada habisnya sampai rasanya mau burnout? Fenomena hustle culture atau ambisi berlebih sering banget bikin kita merasa tertinggal kalau nggak sibuk. Ditambah lagi scroll media sosial yang isinya pencapaian orang lain, makin bikin kita merasa FOMO dan stres sendiri. Padahal, Islam itu agama yang sangat menghargai keseimbangan hidup, lho.
Poin pertama yang perlu kita pahami adalah bahwa setiap kesulitan yang kita hadapi saat ini, entah itu tekanan tugas atau masalah finansial, pasti ada jalan keluarnya. Allah nggak pernah membiarkan kita berjuang sendirian tanpa tujuan. Saat hati mulai sesak karena tekanan hidup, ingatlah janji-Nya:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Ayat ini adalah reminder paling adem buat kita kalau badai pasti berlalu. Jadi, nggak perlu terlalu memaksakan diri sampai mengabaikan kesehatan mental. Healing bukan cuma soal liburan ke Bali atau staycation mahal, tapi soal mengembalikan frekuensi hati kita ke Sang Pencipta.
Poin kedua adalah soal memaafkan diri sendiri. Kadang kita terlalu keras pada diri sendiri karena merasa gagal mencapai standar sukses orang lain di media sosial. Padahal, kapasitas setiap orang itu beda-beda dan Allah tahu batas kemampuan kita. Jangan sampai ambisi duniawi malah bikin kita kehilangan jati diri dan ketenangan batin. Allah berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Kalau Allah saja sudah memberikan batasan yang manusiawi, kenapa kita harus menyiksa diri dengan ekspektasi yang nggak masuk akal? Mulailah untuk lebih mindful dalam menjalani hari.

