Pernah nggak sih kamu merasa capek banget padahal cuma scrolling media sosial? Melihat pencapaian orang lain yang sepertinya lari kencang banget, sementara kita merasa jalan di tempat. Fenomena hustle culture atau gila kerja demi validasi seringkali bikin kesehatan mental kita berada di titik nadir. Kita dipaksa untuk selalu produktif sampai lupa kalau jiwa kita juga butuh asupan nutrisi spiritual. Kita sering terjebak dalam FOMO alias Fear of Missing Out, sampai lupa kalau yang paling penting adalah hubungan kita dengan Sang Pencipta.
Ingat ya, Teman Hijrah, setiap orang punya timeline masing-masing yang sudah diatur dengan sangat presisi. Jangan sampai kita memaksakan diri di luar batas kemampuan hanya karena ingin terlihat hebat di mata manusia. Allah SWT sangat mengerti kapasitas hamba-Nya. Dalam Al-Quran disebutkan:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Jadi, kalau sekarang kamu merasa lelah, itu valid kok. Kamu nggak perlu membandingkan prosesmu dengan postingan aesthetic orang lain di Instagram. Yang perlu kamu lakukan adalah mengambil jeda dan kembali menyadari bahwa tujuan hidup kita bukan sekadar menumpuk pencapaian duniawi, tapi mencari ridha-Nya. Saat dunia terasa terlalu bising dan kepalamu penuh dengan kecemasan tentang masa depan, cobalah untuk kembali ke titik nol.
Self-healing terbaik bagi seorang Muslim bukan cuma sekadar liburan ke luar kota atau staycation di hotel mewah. Healing yang paling dalam adalah saat kita bisa curhat sejujur-jujurnya di atas sajadah. Karena kenyamanan hati yang paling hakiki hanya bisa didapatkan saat kita mengingat Allah. Sebagaimana janji-Nya:
FOMO vs Tawakkal: Cara Tetap Slay dan Tenang Saat Hidup Orang Lain Kelihatan Lebih Keren
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Tips praktis untuk menjaga kesehatan mental ala Muslim Muda:

