Kehidupan modern dengan segala kemajuan teknologi, penetrasi digital, dan pergeseran paradigma sosial menyajikan tantangan keimanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Manusia modern kerap terjebak dalam disorientasi eksistensial, di mana pencapaian material dianggap sebagai puncak pencapaian hidup, sementara dimensi spiritual dikesampingkan ke wilayah privat yang sunyi. Fenomena ini melahirkan apa yang disebut sebagai sekularisasi kesadaran, suatu kondisi di mana manusia merasa mampu mengatur kehidupannya tanpa ketergantungan pada Sang Pencipta. Dalam lanskap sosiologis yang demikian, urgensi menjaga tauhid bukan lagi sekadar pembahasan teologis teoritis di ruang kelas, melainkan sebuah kebutuhan eksistensial untuk
Manifestasi Tauhid di Era Disrupsi: Memurnikan Akidah dari Jerat Syirik Modernisasi
Redaksi
06-06-2026 • 15 : 17 WIB
•
14770 Views
Ilustrasi: Manifestasi Tauhid di Era Disrupsi: Memurnikan Akidah dari Jerat Syirik Modernisasi
