Pernah nggak sih kamu lagi asyik scroll media sosial, terus tiba-tiba dada rasanya sesak? Di sebelah sana ada teman seangkatan yang baru aja keterima kerja di perusahaan multinasional, di sebelah sini ada yang pamer foto aesthetic lamaran, dan di video sebelah ada yang udah bisa beli mobil sendiri di usia dua puluh tahunan. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini sering banget bikin kesehatan mental kita drop. Kita jadi gampang cemas, merasa nggak berguna, bahkan sampai mempertanyakan takdir. Fenomena ini nyata banget di kalangan Gen Z dan Millennial yang hidupnya nggak bisa lepas dari layar gadget. Tapi tenang, Islam punya cara tersendiri buat bantu kita healing dari rasa insecure ini.
Poin 1: Menyadari Bahwa Timeline Hidup Kita Sudah Diatur dengan Sempurna
Langkah pertama buat ngatasin kecemasan ini adalah dengan menyadari bahwa hidup ini bukan perlombaan lari. Setiap orang punya garis start dan finish yang berbeda. Media sosial cuma menampilkan halaman depan yang sudah diedit rapi, bukan perjuangan di balik layarnya. Saat kamu mulai merasa beban hidup terlalu berat karena melihat pencapaian orang lain, ingatlah bahwa Allah tidak pernah salah menakar ujian dan rezeki untuk hamba-Nya. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah: 286)
Ayat ini adalah self-healing terbaik. Ketika kamu merasa tertinggal, itu bukan karena kamu gagal, tapi karena Allah sedang mempersiapkan kamu di waktu yang paling tepat menurut-Nya. Jadi, kurangi membandingkan diri dan mulailah fokus pada proses tumbuhmu sendiri.
Poin 2: Menjadikan Doa sebagai Coping Mechanism Terbaik
Saat rasa cemas atau anxiety itu datang menyerang, jangan langsung melarikan diri ke hal-hal yang sifatnya kesenangan sesaat atau coping mechanism yang toxic. Coba ambil air wudhu, hamparkan sajadah, dan tumpahkan semua keluh kesahmu kepada Allah. Salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk mengatasi rasa cemas dan kesedihan yang mendalam adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

