Lagi asik scroll TikTok atau Instagram, eh tiba-tiba ketemu konten temen sebaya yang udah beli rumah, S2 di luar negeri, atau baru aja rilis bisnis baru. Seketika langsung kena serangan overthinking dan FOMO. Pikiran mulai liar: Kok gue gini-gini aja ya? Apa gue kurang kerja keras? Fenomena burnout, quarter-life crisis, sampai kecemasan berlebih emang jadi sahabat karib generasi Gen Z dan Millennial hari ini. Tapi tenang, rasanya wajar banget kalau kamu merasa lelah.

Langkah pertama buat atasi overthinking akibat bandingin diri sama orang lain adalah menyadari kalau setiap orang punya timeline hidupnya masing-masing yang udah diatur sama Allah. Saat beban di kepala terasa berat banget dan bikin dada sesak, coba jeda sejenak. Ingat janji Allah yang bikin adem ini:

Dalam Artikel

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا - إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Ash-Sharh: 5-6)

Allah sampai ngulang kalimat ini dua kali buat meyakinkan kita kalau di balik rasa capek dan ketakutan kamu saat ini, ada kemudahan yang sudah disiapin. Jadi, nggak usah panik berlebihan ya!

Langkah kedua adalah melakukan digital detox dan rutin mengamalkan doa penenang jiwa. Ketika jempol udah nggak bisa berhenti doomscrolling dan pikiran mulai kabut, langsung ambil air wudhu. Rasulullah SAW sendiri punya doa andalan saat beliau lagi merasa cemas atau tertimpa masalah yang berat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih yang mendalam dan kecemasan. (HR. Bukhari)

Doa ini tuh ibarat shield atau pelindung mental kita dari pikiran-pikiran negatif yang sering dibisikkan sama setan atau dipicu oleh distraksi media sosial.