Ilmu akidah merupakan fondasi utama dalam bangunan keislaman seorang hamba. Tanpa pemahaman yang lurus mengenai hakikat ketuhanan, ibadah lahiriah akan kehilangan orientasi esensialnya. Para ulama mutakallimin, khususnya dalam madzhab Asy'ariyah dan Maturidiyah, telah merumuskan sistematisasi sifat-sifat Allah ke dalam kategori yang kita kenal sebagai Sifat Dua Puluh. Rumusan ini bukanlah sebuah inovasi yang mengada-ada, melainkan sebuah metode epistemologis untuk mempermudah umat Islam dalam memahami wahyu dan mengenali Rabb mereka secara tanzih (mensucikan Allah dari keserupaan dengan makhluk). Mempelajari sifat-sifat ini hukumnya adalah fardu ain bagi setiap mukallaf agar ia tidak terjatuh ke dalam jurang tasybih (penyerupaan) maupun ta'thil (peniadaan sifat).

فَكُلُّ مَنْ كُلِّفَ شَرْعًا وَجَبَا عَلَيْهِ أَنْ يَعْرِفَ مَـا قَدْ وَجَبَا

Dalam Artikel

لِلَّهِ وَالْجَـائِزَ وَالْمُمْتَنِعَا وَمِثْلُ ذَا لِرُسْلِهِ فَاسْتَمِعَا

إِذْ كُلُّ مَنْ قَلَّدَ فِي التَّوْحِيْدِ إِيْمَانُهُ لَمْ يَخْلُ مِنْ تَرْدِيْدِ

Terjemahan & Tafsir Mendalam:

Maka setiap orang yang telah dibebani syariat (mukallaf), wajib baginya secara hukum agama untuk mengetahui apa saja yang wajib bagi Allah, apa yang boleh (jaiz), dan apa yang mustahil bagi-Nya. Demikian pula halnya bagi para rasul-Nya, maka dengarkanlah penjelasan ini. Karena sesungguhnya setiap orang yang hanya bertaqlid (ikut-ikutan tanpa dalil) dalam urusan tauhid, maka imannya tidaklah terlepas dari keragu-raguan.

Syarah: Teks di atas yang dinukil dari Nadham Jawharatut Tawhid karya Imam Ibrahim al-Laqqani menegaskan bahwa makrifatullah (mengenal Allah) adalah kewajiban pertama. Kewajiban ini mencakup pemetaan kognitif terhadap sifat-sifat wajib yang berjumlah dua puluh, yang secara garis besar dibagi menjadi empat kategori: Nafsiyah, Salbiyah, Ma'ani, dan Ma'nawiyah. Pengetahuan ini harus didasarkan pada dalil, baik dalil ijmali (global) maupun tafshili (rinci), agar keyakinan dalam hati mencapai derajat yakin yang tidak tergoyahkan oleh syubhat pemikiran luar.

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ