Pernah gak sih kamu lagi asik scrolling media sosial tengah malam, terus tiba-tiba merasa kena mental? Lihat teman seangkatan sudah dapet promosi jabatan, ada yang posting foto nikah estetik, sampai yang jalan-jalan ke luar negeri terus. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini sering banget bikin kita merasa gagal dan kena quarter-life crisis di usia 20-an. Rasanya kayak kita lagi lari di tempat, sementara orang lain sudah sampai garis finish. Padahal, standar sukses itu bukan cuma soal validasi dari likes atau komentar di feeds kita.
Langkah pertama buat ngadepin rasa insecure ini adalah dengan menyadari kalau skenario hidup setiap orang itu unik dan sudah ditulis dengan sangat rapi oleh Sang Pencipta. Kita sering lupa kalau Allah itu Maha Baik dan tahu kapan waktu yang paling pas buat kita mendapatkan sesuatu. Jangan sampai rasa iri mengaburkan rasa syukur kita. Ingat janji Allah dalam Al-Quran yang bikin hati adem ini:
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى
Artinya: Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. (QS. Ad-Duha: 5)
Ayat ini adalah pengingat kalau rasa puas dan bahagia itu datangnya dari pemberian Allah yang tepat waktu, bukan dari hasil balapan sama orang lain. Jadi, stop bandingin proses berdarah-darah kamu dengan hasil akhir orang lain yang cuma kelihatan indahnya saja di media sosial.
Selanjutnya, yuk kita fokus ke self-healing yang hakiki. Di dunia yang serba cepat dan berisik ini, kita butuh momen buat bener-bener diam dan konek lagi sama diri sendiri dan Tuhan. Mental health kita bakal jauh lebih stabil kalau kita punya jangkar yang kuat. Kalau lagi merasa cemas berlebihan atau anxiety soal masa depan, cobalah untuk ambil air wudhu dan duduk tenang sejenak. Fokuskan pikiran kalau satu-satunya pemberi ketenangan itu cuma Allah. Sebagaimana firman-Nya:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra'd: 28)
Tips praktis buat kamu: Cobalah rutin melakukan social media detox minimal sehari dalam seminggu. Gunakan waktu itu buat deep talk sama Allah lewat doa-doa di sujud terakhirmu. Tuliskan tiga hal kecil yang kamu syukuri setiap harinya dalam sebuah jurnal. Percayalah, saat kita mulai menghargai hal-hal kecil, Allah akan tambahkan nikmat yang lebih besar dari arah yang gak disangka-sangka.

