Pernah gak sih kamu lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba dada rasanya sesak? Ngelihat temen sebaya udah pada sukses, ada yang dapet beasiswa ke luar negeri, ada yang baru beli mobil, atau bahkan udah nikah dan punya aesthetic life. Seketika langsung muncul deh tuh penyakit abad ini: FOMO alias Fear of Missing Out dan overthinking akut. Kita jadi ngerasa tertinggal, gak berguna, dan cemas banget sama masa depan. Di era pop culture yang serba cepat ini, menjaga kesehatan mental emang jadi tantangan yang luar biasa berat buat kita, generasi Muslim Z dan Millennial. Tapi tenang, Islam punya resep self-healing paling ampuh yang gak bakal bikin kantong boncos.
Pertama, kita perlu re-centering fokus kita. Kebanyakan cemas itu datang karena kita terlalu sibuk membandingkan garis hidup kita dengan postingan orang lain di media sosial. Padahal, apa yang mereka tampilin kan cuma highlight reel alias bagian indahnya aja. Di sinilah pentingnya kita buat kembali mengingat Allah biar hati kita gak gampang goyah sama validasi duniawi. Ketika pikiran mulai berisik dan hati mulai gelisah, coba deh jeda sebentar, taruh HP kamu, ambil napas dalam-dalam, dan ingat janji Allah dalam Al-Quran:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra'd: 28)
Dengan berzikir dan mengingat Allah, kita kayak lagi nge-charge baterai jiwa kita yang lowbat karena radiasi flexing di medsos. Hati yang tenang gak bakal gampang iri atau ngerasa kurang.
Kedua, lakukan decluttering pikiran dengan doa penawar cemas. Kadang, saking banyaknya ekspektasi sosial, kita jadi overthinking sama hal-hal yang belum tentu terjadi di masa depan. Kita takut gagal, takut miskin, atau takut gak dapet jodoh. Biar kecemasan ini gak berubah jadi gangguan mental yang lebih serius, Rasulullah SAW udah ngajarin kita sebuah doa keren banget yang bisa jadi tameng mental health kita sehari-hari. Doa ini adalah cheat code kita buat ngusir kesedihan masa lalu dan kecemasan masa depan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. (HR. Bukhari)
Tips praktisnya, setiap kali kamu ngerasa overthinking mulai menyerang di malam hari, baca doa ini. Sadari bahwa masa depan itu milik Allah, tugas kita cuma berusaha di masa sekarang. Kurangi screen time sebelum tidur, dan ganti dengan deep talk sama Allah lewat curhat di atas sajadah setelah salat tahajud atau witir. Itu adalah sesi terapi terbaik dan paling gratis yang bisa kita akses kapan aja.

