Pernah nggak sih kamu merasa hidup orang lain jauh lebih estetik, lebih sukses, dan lebih bahagia daripada hidupmu? Di era media sosial ini, gampang banget buat kita terjebak dalam social comparison atau membandingkan diri. Kita sering merasa gagal jadi main character di hidup sendiri karena terlalu fokus melihat pencapaian orang lain yang lewat di timeline. Fenomena FOMO dan rasa insecure ini kalau dibiarkan bisa merusak kesehatan mental dan bikin kita lupa bersyukur.
Padahal, setiap orang punya garis start dan rute lari yang berbeda-beda. Allah sudah mengatur porsi ujian dan nikmat setiap hamba-Nya dengan sangat presisi. Kamu nggak perlu merasa terbebani dengan standar sukses orang lain yang belum tentu cocok buat kamu. Ingatlah janji Allah dalam Al-Qur'an:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Jadi, kalau saat ini kamu merasa sedang diuji dengan proses yang lambat atau kegagalan, itu tandanya kamu memang punya kapasitas untuk melaluinya. Kamu adalah pemeran utama di skenario yang Allah buat khusus untukmu, bukan figuran di hidup orang lain.
Kalau lagi merasa cemas atau overthinking soal masa depan, coba deh ambil waktu sejenak buat grounding. Tarik napas dalam-dalam, simpan gadgetmu, dan mulailah berdialog dengan Allah. Ketenangan batin itu bukan dicari di kolom komentar atau jumlah likes, tapi di dalam kedekatan kita dengan Sang Pencipta. Allah SWT berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Dengan berdzikir dan mengingat Allah, hormon stres kita bakal lebih terkontrol karena kita sadar ada Zat Yang Maha Besar yang memegang kendali atas segala urusan. Kita jadi nggak gampang goyah cuma karena tren yang lewat sesaat.

