Halo Sobat Muslim! Pernah nggak sih kalian lagi asyik scrolling TikTok jam dua pagi, eh malah berakhir ngerasa insecure? Lihat teman satu angkatan sudah dapet promosi jabatan, ada yang baru saja lamaran dengan pesta estetik, atau yang lagi healing ke luar negeri tiap bulan. Rasanya kayak kita doang yang jalan di tempat, sementara dunia bergerak secepat kilat. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini emang nyata banget dampaknya ke mental health kita, bikin hati gelisah dan sering ngerasa nggak cukup.
Tapi tenang, Islam sebenarnya punya resep rahasia biar hati kita nggak gampang goyah sama apa yang kita lihat di layar HP. Langkah pertama buat healing adalah dengan menyadari bahwa setiap orang punya garis start dan finish yang beda-beda. Allah sudah mengatur porsi rezeki kita dengan sangat presisi. Kalau lagi merasa cemas berlebihan karena tekanan sosial, coba deh baca doa yang sering diajarkan Rasulullah ini:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah.
Doa ini powerful banget buat menenangkan badai di dalam pikiran kita. Alih-alih sibuk membandingkan diri, mending kita fokus buat upgrade diri sendiri pelan-pelan. Ingat, apa yang tampil di media sosial itu cuma highlight reel atau potongan-potongan terbaik saja, bukan realita seutuhnya. Di balik foto estetik itu, pasti ada perjuangan dan air mata yang nggak diposting.
Kunci kebahagiaan yang paling simpel tapi sering kita lupakan adalah bersyukur. Dalam Islam, syukur itu bukan cuma di lisan, tapi juga di hati. Ketika kita mulai menghargai hal-hal kecil, seperti masih bisa minum kopi pagi hari atau punya keluarga yang sehat, Allah janji bakal kasih kita lebih banyak lagi. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.
Jadi, daripada capek ngejar validasi manusia yang nggak ada habisnya, yuk kita balik lagi ke jalur yang bikin hati tenang. Fokus pada apa yang ada di tangan kita sekarang, bukan apa yang ada di postingan orang lain. Mental health yang sehat dimulai dari hati yang merasa cukup dan yakin bahwa Allah selalu punya rencana terbaik buat kita.

