Pernah gak sih kamu lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba merasa insecure? Lihat teman sebaya sudah magang di perusahaan multinasional, ada yang jalan-jalan ke luar negeri, atau bahkan sudah ada yang posting foto lamaran dengan estetik. Seketika itu juga, perasaan cemas, merasa tertinggal, atau yang biasa kita sebut FOMO (Fear of Missing Out) langsung menyerang. Di era gempuran pop culture yang serba cepat ini, kesehatan mental kita sering kali diuji oleh standar kesuksesan orang lain yang berseliweran di layar ponsel kita. Kita jadi terjebak dalam lingkaran social comparison yang gak ada habisnya.

Menghadapi tekanan hidup dan ekspektasi sosial yang tinggi ini memang melelahkan. Tapi tenang, Islam punya panduan yang sangat relate untuk menjaga kesehatan mental kita dari badai overthinking. Ketika kamu merasa beban hidup dan ekspektasi sosial terasa begitu berat, ingatlah bahwa Allah tidak pernah memberikan ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya. Setiap kesulitan yang kamu hadapi saat ini adalah bagian dari proses pendewasaanmu. Allah berfirman dalam Al-Quran:

Dalam Artikel

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Ayat ini adalah booster mental terbaik. Allah mengulang kalimat tersebut dua kali untuk meyakinkan kita bahwa di balik setiap rasa insecure dan perjuangan yang kita lalui, sudah disiapkan kemudahan dan jalan keluar yang indah. Jadi, saat kamu merasa tertinggal dari orang lain, itu bukan berarti kamu gagal. Kamu hanya sedang berjalan di atas garis waktu yang sudah Allah desain khusus untukmu.

Langkah kedua untuk self-healing yang hakiki adalah dengan merapikan kembali isi hati kita dari penyakit cemas yang berlebihan. Ketika pikiran mulai berisik membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, yuk ambil wudhu dan baca doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk mengatasi kecemasan berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa keluh kesah dan kesedihan. (HR. Bukhari).

Doa ini adalah bentuk penyerahan diri yang sangat dalam. Dengan melafalkannya, kita sedang melakukan decluttering emosi negatif, melepaskan semua kecemasan masa depan dan kesedihan masa lalu ke tangan Allah yang Maha Mengatur.