Pernah gak sih kamu lagi asyik scrolling TikTok atau Instagram, terus tiba-tiba mood langsung drop? Di sana-sini isinya pencapaian orang lain. Ada yang pamer keterima kerja di perusahaan multinasional, ada yang flexing liburan ke luar negeri, sampai yang seumuran udah pada nikah dan beli rumah. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini sering banget bikin kita overthinking dan merasa hidup kita jalan di tempat. Akibatnya, mental health kita jadi taruhannya. Kita terjebak dalam perlombaan yang gak ada habisnya, padahal setiap orang punya garis start dan finish yang berbeda.
Poin 1: Pahami Bahwa Timeline Hidupmu Sudah Diatur dengan Sempurna
Langkah pertama buat self-healing dari rasa cemas ini adalah dengan menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala punya rencana terbaik yang sudah disesuaikan dengan kapasitas kita. Gak perlu iri dengan pencapaian orang lain yang kelihatan berkilau di media sosial, karena apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Begitu juga sebaliknya.
Untuk menenangkan hati yang gundah karena merasa tertinggal, ingatlah firman Allah ini:
عَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ
Artinya: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
Dengan menanamkan mindset ini, kamu bakal lebih santai menjalani prosesmu sendiri tanpa harus membanding-bandingkannya dengan pencapaian orang lain.
Poin 2: Jadikan Zikir dan Doa sebagai Coping Mechanism Terbaik
Kalau lagi cemas atau overthinking melanda, jangan langsung update status galau di second account atau curhat tanpa arah. Coba deh ambil wudu, lalu duduk tenang. Alihkan energi negatif itu menjadi komunikasi langsung dengan Pencipta kita. Zikir bukan cuma sekadar ucapan di bibir, tapi sebuah terapi mental yang bisa meredakan badai di dalam dada.

