Pernah gak sih kamu lagi asyik scrolling TikTok atau Instagram, terus tiba-tiba mood langsung drop? Di sebelah sana ada teman seangkatan yang baru saja keterima kerja di perusahaan multinasional, di sebelah sini ada yang posting foto aesthetic lamaran, sementara kita masih rebahan sambil mikirin masa depan yang abu-abu. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out dan overthinking ini emang udah jadi makanan sehari-hari buat Gen Z dan Millennial. Tekanan sosial dari dunia digital sering kali bikin kesehatan mental kita keganggu. Tapi tenang, Islam punya resep paling ampuh buat kita yang lagi berjuang mencari kedamaian batin di tengah bisingnya dunia modern ini.

Poin pertama yang perlu kita sadari adalah bahwa perjalanan hidup setiap orang itu sudah diatur dengan porsi yang paling pas. Membandingkan proses kita dengan hasil akhir orang lain di media sosial adalah jalan pintas menuju insecure. Saat pikiran mulai berisik dan hati mulai gelisah karena merasa tertinggal, cobalah untuk mengambil jeda, tarik napas dalam-dalam, dan bacalah doa yang sering diajarkan Rasulullah untuk menenangkan jiwa yang cemas ini:

Dalam Artikel

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih.

Doa ini adalah self-healing terbaik karena kita langsung menyerahkan segala rasa cemas kita kepada Pemilik Semesta. Sadari bahwa apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan pernah melewatkanmu, dan apa yang melewatkanmu memang tidak pernah ditakdirkan untukmu. Kurangi konsumsi media sosial secara berlebihan dan mulailah fokus pada pengembangan diri sendiri.

Poin kedua, untuk mendapatkan inner peace yang hakiki, kita perlu melakukan detoksifikasi hati lewat zikir. Ketika dunia luar begitu berisik dengan standar kesuksesan yang fana, kita butuh jangkar yang kuat agar jiwa kita tidak mudah terombang-ambing. Al-Quran memberikan garansi yang sangat indah tentang bagaimana cara menenangkan hati yang sedang gundah gulana:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Tips praktisnya, coba deh buat rutinitas pagi dan petang tanpa gadget selama minimal 15-30 menit. Gunakan waktu itu untuk berzikir, membaca Al-Quran, atau sekadar merenungi nikmat-nikmat kecil yang sering kita abaikan. Ketika kita mengalihkan fokus dari apa yang tidak kita miliki kepada apa yang telah Allah berikan, maka rasa syukur itu akan otomatis menyembuhkan luka-luka overthinking kita.