Siapa nih di antara kamu yang sering kena mental pas lagi asik scroll media sosial? Lihat story teman yang lagi liburan ke luar negeri, atau postingan LinkedIn kerabat yang karirnya melejit, tiba-tiba langsung merasa insecure dan overthinking. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini emang jadi makanan sehari-hari buat generasi kita. Belum lagi tekanan ekspektasi sosial yang bikin kesehatan mental kita sering naik turun. Tapi tahu gak sih, Islam sebenarnya punya resep paling ampuh buat mengatasi badai pikiran ini tanpa kita harus kehilangan arah atau merasa tertinggal dari yang lain.
Poin Pertama: Sadari bahwa porsi kebahagiaan setiap orang sudah diatur dengan sangat presisi. Saat melihat kesuksesan orang lain, wajar banget kalau ada rasa ingin seperti mereka. Tapi, membandingkan proses kita dengan hasil akhir orang lain cuma bakal bikin kita lelah secara mental. Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu melihat ke bawah dalam urusan dunia agar kita bisa lebih bersyukur. Ketika hati mulai gelisah karena rasa cemas akan masa depan, cobalah untuk bersandar pada Allah. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah untuk menenangkan hati yang gundah adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan.
Doa ini adalah self-healing terbaik saat pikiran mulai overthinking. Dengan membaca doa ini, kita menyerahkan segala kecemasan kita kepada Pemilik Semesta, sehingga beban di pundak terasa jauh lebih ringan dan kita bisa kembali fokus pada potensi diri sendiri.
Poin Kedua: Praktikkan mindfulness dengan mengingat Allah. Di era yang serba cepat ini, kita sering lupa untuk mengambil jeda sejenak. Kita sibuk mencari validasi dari likes dan comments, padahal ketenangan sejati itu datangnya dari dalam diri yang terkoneksi dengan langit. Saat kamu merasa overwhelmed dengan tugas kuliah, tekanan kerjaan, atau masalah relasi pertemanan, coba deh matikan handphone sejenak, ambil wudhu, lalu rasakan kehadiran Allah dalam keheningan. Al-Qur'an memberikan jaminan yang sangat indah tentang bagaimana cara mendapatkan ketenangan hati yang sesungguhnya:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Jadi, langkah praktis self-healing kita bukan cuma sekadar jalan-jalan atau beli kopi mahal, tapi dengan memperbanyak zikir dan mengistirahatkan jiwa kita dari bisingnya dunia maya. Ketika kita terkoneksi kembali dengan Sang Pencipta, semua masalah yang tadinya terasa raksasa perlahan akan mengecil dengan sendirinya.

