Pernah nggak sih kamu lagi asik scrolling TikTok atau Instagram, eh tiba-tiba ngerasa insecure? Lihat teman sebaya sudah pada sukses, ada yang lanjut S2 ke luar negeri, ada yang sudah settle dengan kariernya, atau ada yang baru saja pamer cincin tunangan. Rasanya tuh kayak kita lagi jalan di tempat sementara yang lain sudah lari maraton. Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out ini sering banget bikin kesehatan mental kita keganggu, sampai-sampai kita lupa bersyukur sama progres kecil yang sudah kita capai sendiri. Tekanan sosial di era pop culture ini memang nyata banget, tapi bukan berarti kita harus kehilangan arah.
Sebenarnya, merasa lelah itu manusiawi banget kok. Tapi ingat, setiap orang punya timeline masing-masing yang sudah diatur sama Sang Pencipta dengan sangat presisi. Kamu nggak perlu memaksakan diri untuk jadi orang lain hanya demi validasi sosial yang sifatnya cuma sementara. Allah sudah kasih porsi ujian dan rezeki yang pas banget buat kapasitas kamu saat ini. Dalam Al-Quran disebutkan لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا yang artinya Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Jadi, kalau sekarang kamu merasa berat, itu tandanya Allah tahu kamu kuat dan mampu melewati fase ini. Jangan bandingkan bab pertama hidupmu dengan bab kesepuluh hidup orang lain ya, karena skenario Allah itu nggak pernah salah alamat.
Self-healing yang paling ampuh bukan cuma sekadar staycation atau belanja barang branded, tapi gimana cara kita connect lagi sama Allah secara deep. Saat pikiran mulai berisik dan hati mulai gelisah karena tekanan sosial atau ekspektasi keluarga, coba deh buat ambil wudhu dan curhat langsung lewat doa di sujud terakhirmu. Suasana tenang itu mahal harganya, dan ketenangan itu cuma milik Allah yang bisa kita akses kapan saja. Sebagaimana firman-Nya أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ yang artinya Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Dengan berdzikir atau sekadar deep talk sama Allah setelah salat, beban di pundak rasanya bakal jauh lebih ringan karena kita sadar ada Zat Yang Maha Besar yang selalu mem-back up hidup kita.
Tips praktis buat kamu yang lagi ngerasa burn out atau krisis identitas: Pertama, batasi screen time atau lakukan digital detox minimal satu hari dalam seminggu untuk mengurangi kebisingan dunia. Kedua, rutin baca Al-Quran meski cuma satu halaman sehari karena itu vitamin terbaik buat jiwa yang lagi kering. Ketiga, biasakan bangun malam buat Tahajjud, karena di saat semua orang tidur, kamu punya akses VIP buat curhat ke Allah tanpa perlu filter. Percayalah, فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ yang artinya Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.
Hidup ini bukan perlombaan lari antar manusia, tapi perjalanan pulang menuju Allah dengan versi terbaik diri kita sendiri. Jangan biarkan standar kebahagiaan orang lain merusak kedamaian batinmu yang sudah susah payah kamu bangun. Fokus pada apa yang bisa kamu kendalikan hari ini, dan serahkan sisanya pada Allah. Kamu berharga, kamu dicintai, dan kamu tidak sendirian dalam perjuangan ini. Semangat terus ya, kawan!

