Zaman sekarang, kalau nggak kelihatan sibuk kayaknya nggak keren ya? Hustle culture bikin kita dipaksa lari terus sampai kadang lupa caranya napas tenang. Belum lagi kalau scroll TikTok atau Instagram, isinya pencapaian orang lain yang bikin kita kena FOMO parah. Akhirnya, mental health kita jadi taruhannya. Kita jadi gampang cemas, sulit tidur, dan ngerasa hampa padahal sudah kerja keras bagai kuda. Tapi tenang, sebagai Muslim muda yang keren, kita punya cara healing yang nggak cuma sekadar staycation, tapi langsung nembus ke relung jiwa.

Poin pertama yang harus kita pahami adalah ketenangan itu sumbernya bukan dari validasi orang lain atau jumlah likes di postingan kita. Ketenangan sejati itu datangnya dari koneksi kita sama Sang Pencipta. Saat dunia terasa berisik banget, cobalah buat ambil wudhu dan duduk tenang sebentar. Allah sudah kasih bocoran rahasia tenang di dalam Al-Qur'an:

Dalam Artikel

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra'd: 28).

Jadi, self-healing terbaik itu bukan lari dari masalah, tapi lari ke Allah. Cobalah buat rutin dzikir pagi petang atau sekadar curhat di atas sajadah tanpa ada yang menghakimi. Itu adalah bentuk detox mental paling ampuh buat ngusir rasa sesak di dada.

Poin kedua, jangan terlalu keras sama diri sendiri. Kadang kita burnout karena kita pengen mengontrol segala hal yang sebenarnya di luar kendali kita. Kita pengen sukses cepat, pengen semua orang suka sama kita, dan takut banget sama masa depan. Padahal, tugas kita cuma berusaha, hasilnya biar Allah yang atur. Biar nggak gampang cemas berlebihan, yuk coba amalkan doa yang sering dibaca Rasulullah ini biar mental kita tetap stabil:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih yang mendalam, rasa cemas, rasa lemah, dan rasa malas.

Tips praktis buat kamu: Coba deh batasi screen time, perbanyak jalan kaki sambil tadabbur alam, dan jangan lupa buat selalu bersyukur dari hal-hal kecil. Ingat, kamu nggak harus selalu jadi yang terbaik di mata manusia, cukup jadi hamba yang dicintai Allah, itu sudah lebih dari cukup buat bikin hidup kamu bermakna.