Siapa sih di antara kita yang gak pernah ngalamin yang namanya overthinking sebelum tidur? Mulai dari mikirin masa depan, karier yang gini-gini aja, sampai ngeliat pencapaian orang lain di media sosial yang kayaknya mulus banget. Fenomena FOMO alias Fear of Missing Out ini sering banget bikin kesehatan mental kita drop. Rasanya kayak dikejar-kejar waktu dan selalu merasa kurang. Tapi, tenang aja. Sebagai generasi Muslim masa kini, kita punya cheat code rahasia buat ngatasin ini semua tanpa harus kehilangan arah atau ikutan tren healing yang bikin dompet kering.
Langkah pertama buat ngatasin overthinking adalah dengan menyadari kalau kita gak bisa mengontrol semua hal di dunia ini. Yang bisa kita kontrol adalah bagaimana kita meresponsnya. Saat pikiran mulai berisik dan hati rasanya gak tenang karena ngeliat postingan LinkedIn atau Instagram story temen yang lagi liburan, coba deh jeda sebentar. Tarik napas dalam-dalam, lalu ingat kembali bahwa ketenangan sejati itu gak datang dari validasi manusia atau jumlah likes. Allah Subhanahu wa Ta'ala sudah memberikan resep paling ampuh untuk menenangkan hati kita yang sedang gundah gulana ini dalam Al-Quran:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Jadi, daripada sibuk scrolling yang bikin makin insecure, mending kita alihkan energi itu buat berzikir atau sekadar curhat langsung sama Pencipta kita di sepertiga malam. Percaya deh, getaran ketenangannya beda banget!
Selanjutnya, mari kita bahas tentang manajemen stres dan kecemasan. Saat tekanan hidup rasanya makin berat, entah karena urusan kuliah, kerjaan, atau ekspektasi sosial yang tinggi, wajar banget kalau kita merasa lelah. Tapi ingat, setiap kesulitan yang kita hadapi itu satu paket dengan kemudahan yang sudah disiapkan Allah untuk kita. Jangan pernah merasa sendiri atau langsung menyerah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kita sebuah doa yang sangat indah untuk mengatasi rasa cemas dan sedih yang berlebihan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa kesedihan.
Selain berdoa, kita juga perlu melakukan aksi nyata untuk self-healing yang islami. Pertama, lakukan digital detox secara berkala. Batasi waktu screen time kamu, terutama sebelum tidur. Kedua, buat jurnal syukur. Setiap malam, tulis minimal tiga hal baik yang terjadi hari ini, sekecil apa pun itu. Ketiga, cari lingkungan pertemanan atau circle yang suportif dan selalu mengingatkan kita pada kebaikan, bukan yang malah bikin kita makin kompetitif secara toxic.

