Pernah nggak sih kamu lagi asik scrolling TikTok atau Instagram, terus tiba-tiba merasa sedih karena liat teman seumuran sudah punya karir mapan, traveling ke luar negeri, atau punya gaya hidup yang estetik banget? Perasaan takut ketinggalan atau yang kita kenal sebagai FOMO (Fear Of Missing Out) ini sering banget bikin kesehatan mental kita keganggu. Kita jadi sibuk membandingkan hidup kita yang masih berproses dengan highlight reel orang lain yang kelihatan sempurna. Ujung-ujungnya, kita jadi capek sendiri dan lupa cara bersyukur.
Padahal, Islam sudah kasih tahu kalau setiap orang punya porsinya masing-masing. Allah sudah mengatur timeline hidup kita dengan sangat presisi. Jadi, kalau kamu merasa beban hidup lagi berat banget atau merasa tertinggal, ingatlah bahwa Allah nggak akan kasih ujian di luar batas kemampuanmu. Di dalam Al-Qur'an disebutkan:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah: 286).
Ayat ini adalah reminder paling ampuh buat kita yang lagi merasa burn out atau overthinking. Kamu nggak perlu jadi orang lain buat dianggap sukses. Fokus saja pada apa yang bisa kamu kerjakan sekarang. Healing yang paling keren itu bukan cuma liburan ke tempat mahal, tapi saat kamu bisa berdamai dengan diri sendiri dan menerima takdir dengan lapang dada. Kalau hati sudah tenang, vibe positif itu bakal muncul dengan sendirinya tanpa perlu validasi dari likes atau comment di media sosial.
Selain itu, kunci supaya nggak gampang kena mental saat liat kesuksesan orang lain adalah dengan memperbanyak rasa syukur. Makin kita bersyukur, makin Allah tambah nikmat yang nggak kita duga-duga. Daripada fokus pada apa yang nggak kita punya, coba deh list hal-hal kecil yang bikin kamu bahagia hari ini. Allah berjanji dalam firman-Nya:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. (QS. Ibrahim: 7).
Tips self-healing Islami buat kamu: Pertama, coba deh lakukan digital detox minimal satu jam sebelum tidur. Gunakan waktu itu buat ngobrol sama Allah lewat doa atau sekadar baca zikir ringan. Kedua, pahami kalau pencapaian setiap orang itu beda-beda jalurnya, jadi nggak perlu ada yang dikhawatirkan. Terakhir, cari lingkungan atau circle yang supportif dan nggak toxic, yang selalu ngingetin kamu buat tetap rendah hati dan semangat beribadah.

