Pernah gak sih kalian lagi asik scrolling jam dua pagi, terus tiba-tiba ngerasa sedih karena liat temen seangkatan udah posting foto wisuda, dapet kerjaan di SCBD, atau malah udah jalan-jalan ke luar negeri? Perasaan Fear of Missing Out atau FOMO ini emang jadi tantangan berat buat kesehatan mental kita sekarang. Rasanya kayak kita lari di tempat, sementara orang lain udah terbang jauh. Perasaan insecure ini kalau dibiarin bisa bikin kita lupa kalau setiap orang punya timeline-nya masing-masing yang sudah diatur dengan sangat cantik oleh Sang Pencipta.

Langkah pertama buat ngatasin ini adalah dengan menenangkan hati kita dulu. Hati itu ibarat nahkoda, kalau nahkodanya panik, kapalnya bisa karam. Di tengah gempuran tren yang bikin kita pengen jadi orang lain, penting banget buat minta keteguhan hati supaya gak gampang goyah sama standar sukses versi media sosial. Kamu bisa sering-sering baca doa ini:

Dalam Artikel

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Artinya: Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

Setelah hati tenang, coba deh mulai praktikkan seni merasa cukup atau Qonaah. Qonaah bukan berarti kita malas atau gak punya ambisi ya, tapi lebih ke arah menghargai apa yang ada di depan mata sekarang. Kita sering banget fokus sama apa yang belum kita punya, sampai lupa sama ribuan nikmat yang udah kita genggam. Inget janji Allah yang satu ini, kalau kita pinter bersyukur, vibe positif dan nikmat itu bakal terus nambah secara gak terduga:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.

Tips self-healing praktis buat kamu: Coba deh lakukan digital detox minimal satu jam sebelum tidur. Ganti waktu scrolling itu dengan deep talk sama Allah lewat doa atau sekadar duduk tenang sambil tarik napas dalam. Sadari kalau apa yang kamu liat di medsos itu cuma cuplikan terbaik dari hidup orang, bukan keseluruhan ceritanya. Biar harimu lebih ringan dan gak kerasa beban, biasakan minta kelapangan hati di setiap awal aktivitas:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي